Jadi Agen Asuransi Prudential ?
Mengapa Tidak ?
Jadi Agen Asuransi Prudential ?
Mengapa Tidak ?
VOGACARE
Financial Planning Series
Tidak Semua Orang Perlu Asuransi Jiwa
Life Planner
Iwan Tingtarto, CIS

Yup, tidak semua perlu asuransi. Hanya orang-orang yang tidak memiliki hal-hal di bawah ini yang perlu asuransi jiwa. Apakah anda sudah memiliki semua ?
1. Punya Aset Liquid untuk Membayar Biaya Sakit dan Perawatan di Rumah Sakit
Fungsi asuransi jiwa salah satunya adalah untuk mengganti biaya perawatan rumah sakit yang seringkali tidak bisa di prediksi nominal dan hingga kapan. Jika sakit yang diderita memerlukan perawatan intensif hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tentu akan menguras pundi-pundi harta Anda.
Tetapi jika harta Anda mampu untuk membayar tagihan tersebut berapapun nilainya atau harta Anda jauh lebih besar 10 - 20 kali lipat plafond tahunan asuransi kesehatan termahal, ya Anda tidak perlu asuransi kesehatan.

Iwan Tingtarto, CIS
Life Planner
Pastikan saja, ketika musibah itu terjadi Anda masih memiliki kuasa untuk melakukan otorisasi pembayaran tagihan-tagihan ruah sakit tersebut.
2. Harta Melimpah atau Nilai Aset yang Memadai
Fungsi asuransi jiwa adalah pengganti risiko finansial apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Contohnya bila pemegang polis meninggal dunia. Maka manfaat akan diserahkan ada pihak ahli waris.
Namun apabila Anda memiliki harta kekayaan atau beberapa aset yang memadai, maka asuransi jiwa bukanlah hal yang wajib dimiliki. Sebagai contoh, jika Anda memiliki deposito yang cukup besar, tentunya ini akan bermanfaat bagi keluarga nantinya.
Hanya saja, pastikan besarnya deposito itu paling tidak harus setara dengan penghasilan tahunan Anda. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu, maka bunga deposito akan berfungsi sebagai pengganti penghasilan bulanan Anda untuk keluarga.
Oleh sebab itu, tentukan dengan benar besarnya deposito yang Anda rencanakan pada pihak bank. Pastikan Anda mendapat manfaat maksimalnya. Paling utama adalah carilah produk deposito yang tidak mempersulit ahli waris dalam pencairan dananya.
Pastikan ketika terjadi sesuatu, pihak keluarga dapat dengan mudah mencairkan dana deposito Anda atau dapat meneruskan bunga deposito tersebut dengan proses yang mudah dan tidak berbelit-belit.
3. Banyak Aset atau Harta Bersifat Likuid
Jenis harta atau aset yang Anda miliki setidaknya harus bersifat likuid, yang artinya mudah untuk diuangkan sewaktu-waktu dibutuhkan. Misalnya adalah emas (logam mulia). Tentu akan sangat mudah untuk mencairkan aset yang satu ini.
Selain itu, Anda harus memastikan bahwa semua surat-surat yang dimiliki resmi dan tepat. Sehingga tidak mengurangi nilai aset nantinya. Contoh lain adalah kepemilikan reksadana, saham, maupun valuta asing (valas), yang juga sangat mudah diuangkan sewaktu-waktu kapanpun dibutuhkan.
Cukup mengikuti ketentuan dan syarat yang berlaku, maka pihak bank akan lebih mudah mencairkan aset tersebut. Bahkan bisa ditunggu pada hari yang sama saat pencairan dilakukan.
4. Anak Sudah Dewasa dan Mandiri
Jika anak Anda sudah dewasa dan mandiri, maka asuransi jiwa tidak lagi menjadi prioritas untuk dimiliki. Sebab, keberadaan anak tersebut sudah tidak menjadi tanggungan yang berarti buat Anda.
Selain itu, ketentuan produk asuransi jiwa ini adalah hanya memfasilitasi terhadap tanggungan anak yang berusia maksimal 23 tahun. Jadi apabila anak-anak Anda telah mendekati batas usia tersebut, maka Anda tidak wajib memiliki asuransi jiwa, karena manfaatnya tidak akan maksimal.
Jika masih tetap tertarik dengan produk asuransi jiwa, cukup pilih kontrak perlindungan sesuai usia anak tertua mandiri. Misal, anak tertua saat ini berusia 15 tahun, maka cukup ambil produk asuransi untuk jangka waktu 8-10 tahun, tidak perlu hingga 20 tahun atau lebih.
Intinya sesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda, karena tiap keluarga bisa jadi memiliki kasus yang berbeda-beda. Sehingga penentuan jenis investasinya juga berbeda.
5. Punya Rumah dan Mobil Lebih dari Cukup
Kendati model aset berupa rumah dan mobil ini tergolong sulit dicairkan/diuangkan, namun bukanlah yang penting untuk dimiliki dan diwariskan kepada keluarga. Karena harga properti setiap waktu akan terus mengalami kenaikan, meski tidak demikian untuk mobil, tapi ini bisa menjadi bekal masa depan anak.
Oleh sebab itu tidak ada salahnya bisa Anda berinvestasi di properti sebagai pengganti asuransi jiwa. Namun yang juga perlu diperhatikan adalah properti tersebut Anda beli secara tunai agar keluarga tidak terbebani cicilan kredit rumah atau pun mobil.
6. Punya Bisnis atau Usaha yang Diwariskan
Mewariskan bisnis untuk anak itu keren.
Meninggalkan sebuah usaha/bisnis untuk keluarga juga penting bila Anda benar-benar tak berniat untuk membeli produk asuransi jiwa. Misal, bila Anda sudah memiliki usaha minimarket frenchise, itu artinya sudah masuk dalam kategori mapan dan mampu meninggalkan warisan usaha yang bisa diteruskan oleh keluarga.
Selama dikelola dengan baik dan benar, maka bisnis Anda akan mampu mengganti besarnya penghasilan Anda. Pastikan persyaratan pengalihan kepemilikan bisnis Anda kepada ahli waris ini sudah jelas dan tidak merepotkan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan proses administrasi berjalan dengan mudah.
7. Memiliki Jaminan Pensiun dari Tempat Kerja
Beberapa perusahaan memberikan fasilitas pensiun kepada karyawannya yang bisa diteruskan ke ahli warisnya. Jika Anda bekerja pada perusahaan yang baik seperti itu, maka Anda tidak perlu khawatir lagi untuk masa depan keluarga.
8. Tidak Punya Utang
Sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, yang diwariskan adalah harta benda milik si Pewaris. Arti dari harta benda ini adalah sama dengan aktiva. Jangan lupa bahwa aktiva terdiri dari 2 elemen dasar yaitu modal sendiri dan utang. Jadi hati-hati di dalam harta benda warisan yang akan diberikan kepada anak cucu terkandung juga kewajiban untuk membayar semua utang dari si Pewaris.
Kalau Anda tidak punya utang jangan khawatir, Anda tidak perlu asuransi jiwa kok.
9. Tidak Pernah Selingkuh
Hati-hati para bapak karena perselingkuhan bisa berakibat panjang. Kesenangan yang sesaat itu ternyata bisa membawa dampak yang sangat panjang, melelahkan dan berliku. Bisa jadi perselingkuhan Anda ternyata menghasilkan anak kandung yang potensial akan menggugat haknya dalam hal pewarisan.
Kalau Anda tidak pernah selingkuh, jangan takut, tidak perlu asuransi jiwa kok. Tapi kalau pernah apalagi tidak hati-hati dalam melakukan perselingkuhan, hhmmm bisa jadi tidak hanya harta dan utang yang anda wariskan tetapi juga masalah dan keribetan yang panjang tak berujung.
10. Semua Anak Cucu dan Ahli Waris Akur
Kalau diantara anak-anak dan pasangannya plus keturunan Anda selama ini akur dan semua masalah bisa diselesaikan dengan sangat baik, santuy aja, bisa jadi masalah warisan pun akan diselesaikan dengan baik diantara anak-anak dan pasangannya dan keturunanya kelak. Iya sih anak-anak anda sayang dan hormat kepada anda, tetapi belum tentu menantu Anda lho. Bisa jadi menantu anda sangat hormat dan respek kepada tetapi bisa jadi karena pengaruh orang tua anda yang adalah besan anda sendiri bisa jadi menantu Anda akan jadi duri dalam daging hubungan persaudaraan di keluarga Anda sendiri.
Atau bisa jadi lingkungan sosialita anak menantu dan cucu anda memberikan pengaruh buruk sehingga tanpa diduga ada sebagian ahli waris yang merasa tidak puas dengan bagiannya atau ingin menguasai lebih dari yang seharusnya dia miliki.
Pastikan Diri Layak untuk Pilih Tidak Punya Asuransi Jiwa
Apakah Anda sudah memenuhi kriteria di atas? Jika ya, maka boleh-boleh saja bila Anda memilih tidak memiliki asuransi jiwa. Anda hanya perlu memaksimalkan aset dan mengelolanya dengan baik. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka ada jaminan untuk keluarga dan masa depan anak. Tapi jika ternyata Anda tidak memiliki kriteria tersebut, jangan coba-coba untuk tidak memproteksi diri dengan jaminan asuransi jiwa.
Hubungi kami untuk informasi yang lebih lengkap dan tepat untuk Anda dan keluarga Anda.